Senin, 16 Maret 2009

Fernando Torres


Fernando Torres (kelahiran 20 Maret 1984 di Madrid, Spanyol) merupakan pemain sepakbola yang membela tim Atletico Madrid sejak tahun 2000. Posisinya adalah penyerang. Debutnya di Madrid pada 27 Mei 2001. Ia mencetak gol pertamanya bagi tim tersebut seminggu kemudian. Sejak tahun 2003 ia juga telah menjadi bagian dari tim nasional sepak bola Spanyol. Sekarang ia bermain dengan tim barunya, Liverpool.
Torres mengoleksi 55 gol selama 5 musim bermain di liga Spanyol yang hanya bisa disamakan oleh Samuel Eto'o dan David Villa. Sebelumnya ia mengawali karirnya dengan bermain dua tahun di divisi kedua dimana ia mencetak 7 gol dalam 40 pertandingan.
Pada tahun 1994 di usia 10 tahun, Torres mencetak 55 gol di musim pertamanya bersama tim A Rayo 13 hingga ia direkrut oleh tim Atlético Madrid dengan status percobaan dan mulai bergabung pada tahun 1995. Karena kemajuannya yang pesat ai atas rata-rata selama beberapa musim, Torres meraih gelar pemain muda terbaik pada tahun 1998. Atlético mengirimkan tim usia 15 tahunnya untuk mengikuti Nike Cup Eropa melawan tim usia muda lainnya seperti Real Madrid, Barcelona, Milan, Manchester United, dan Juventus. Tim usia muda Atlético berhasil menjadi juara di turnamen tersebut dengan Torres sebagai pemain unggulan mereka. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Eropa untuk tim usia 15 tahun.
Tahun 1999, Torres menandatangani kontrak pertamanya dengan Atletico. Di tahun 2000, ia terkena cidera patah kaki dan harus absen hingga bulan Desember. Kemudian pada in Februari 2001, Torres berhasil menjuarai Turnamen Algarve bersama tim nasional Spanyol usia 16 tahun. Bulan Mei, tim usia 16 tahun juga ikut ambil bagian di kejuaraan sepakbola Eropa usia 16 tahun UEFA dan berhasil menjadi pemenang dengan gol tunggal Torres di pertandingan final. Ia menyelesaikan turnamen sebagai pencetak gol terbanyak (7 gol di 6 pertandingan) dan ia juga dipilih menjadi pemain terbaik. Mengakhiri musim 2000–2001, Torres bermain di pertandingan pertamanya bersama Atlético pada 27 Mei 2001, di stadion El Calderón kandang klub Leganés. Ia berhasil membuat gol pertamanya untuk Atletico pada minggu berikutnya di pertandingan melawan Albacete.
Musim 2001–2002, Atlético naik ke divisi utama La Liga. Bulan November 2001, Torres mewakili Spanyol di Kejuraan Dunia FIFA Usia 17 Tahun. Ia mencetak satu gol di tiga pertandingan, tetapi tim nasional Sapnyol tidak lolos dari babak pertama. Pada bulan Juli, Torres berhasil membawa Spanyol menjuarai Kejuaraan Eropa Usia 19 Tahun UEFA. Ia kembali menghasilkan gol penentu kemenangan di pertandingan final dan mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak (4 gol di 4 pertandingan) serta menjadi pemain terbaik.
Tahun 2002, Atlético Madrid degradasi ke divisi satu. Pada musim pertama ia bermain di divisi satu, Torres belum menemukan performa terbaiknya dengan hanya menghasilkan 13 gol dan Atlético berada di urutan 12. Ia juga membuat debut pertamanya di tim nasional Spanyol usia 21.
Periode 2003–2004, Torres membuat perkembangan dengan mencetak 19 gol di liga dalam 35 penampilan. Ia juga dipercaya menjadi kapten Atlético di usia 19 tahun. Permainan Atlético juga semakin maju karena berhasil meraih tempat di UEFA Cup dan peringkat ke-7 di liga di bawah Sevilla dengan selisih gol dari rekor pertemuan kedua tim tersebut (2-1, 0-2). Pada musim ini Torres membuat debut penampilan perdananya bersama tim nasional Spanyol pada 6 September 2003 di pertandingan persahabatan melawan Portugal. Gol pertamanya untuk Spanyol ia hasilkan pada pertandingan melawan Italia tanggal 28 April 2004. Di akhir musim, Torres masuk skuad tim nasional Spanyol untuk menghadapi Euro 2004. Ia hanya menjadi pemain cadangan di 2 pertandingan grup pertama Spanyol dan ia tampil penuh pertama kali pada pertandingan penentu melawan Portugal. Tendangan Torres hanya membentur mistar gawang Portugal pada menit 62 setelah Nuno Gomes membuat Portugal unggul di menit ke-57. Spanyol kalah 1-0 dan harus tereleminasi.
Atlético finish di posisi ke 7 pada tahun 2004 dan lolos ke Intertoto Cup membuat Torres bisa merasakan tampil di kompetisi klub Eropa. Meraka hanya berhasil mencapai final karena kalah adu penalty dengan Villarreal.
Penampilan pertamanya pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Torres mencetak gol kemenangan Spanyol menjadi 4-0 atas Ukraina dengan tendangan volley. Di pertandingan grup kedua, Torres menjebol gawang Tunisia sebanyak dua kali pada menit ke-76 dan membawa Spanyol unggul 2-1. Lalu gol berikutnya lahir dari tendangan penalty di menit 90. Torres tidak masuk tim inti pada saat pertandingan persahabatan versus Rumania bulan November 2006, ia kembali masuk tim inti pada pertandingan persahabatan melawan Inggris bulan Februari 2007 dan Spanyol menang 1-0. Setelah piala dunia, Torres mengakui bahwa ia menolak untuk bergabung dengan Chelsea di akhir musim 2005-2006.
Pada tahun 2007, masa depan Torres di Madrid menjadi subyek spekulasi setelah Atlético tidak mampu untuk mengamankan tempatnya di UEFA Cup. Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United sangat menginginkan Torres untuk bermain di klub mereka. Di akhir musim 2006-2007, berdasarkan pemberitaan di media Inggris yang menyatakan bahwa Torres menjadi target transfer utama bagi Liverpool.
Rumor tersebut membuat presiden Atlético Enrique Cerezo mengeluarkan pernyataan bahwa pihak Atletico tidak akan menerima tawaran Liverpool atau klub lainnya. Beberapa hari kemudian, kabar terbaru memberitakan bahwa Atletico telah menyetujui tawaran Liverpool untuk membeli Torres dengan nilai transfer £20 juta ditambah Luis Garcia. Kemudian pada 30 Juni, pihak Atlético telah mendapatkan Diego Forlán dari klub Villareal sebagai pengganti Torres.
Tanggal 2 Juli 2007, diberitakan bahwa Torres telah mengakhiri liburannya untuk kembali ke Madrid sebagai tahap terakhir dari proses kepindahannya. Torres berhasil lolos tes kesehatan Liverpool dan mengadakan konferensi pers yang diadakan di Madrid pada 4 Juli sebagai momen perpisahan dengan para fans Atlético Madrid. Selanjutnya pihak Atlético secara resmi mengkonfirmasi kepindahan Torres ke Liverpool pada website mereka.
Retrieved from

Iker Casillas


Iker Casillas Fernández (lahir 20 Mei 1981 di Móstoles, Madrid) adalah penjaga gawang sepak bola Spanyol. He is currently the first choice goalkeeper for Real Madrid and the Spanish national team. Saat ini ia adalah pilihan pertama bagi kiper Real Madrid dan tim nasional Spanyol. He is also the first vice-captain of Spain. Dia juga adalah pertama wakil kapten dari Spanyol. Still only a youngster in goalkeeping terms, Iker Casillas has nonetheless gained a huge reputation in European football. Hanya seorang anak laki-laki masih dalam goalkeeping persyaratan, namun Iker Casillas telah memperoleh reputasi yang besar sepak bola di Eropa. A shot-stopper par excellence, the Real Madrid player is gradually developing the commanding presence in his area which could yet see him become an all-time great. J shot-stopper par excellence, yang adalah pemain Real Madrid secara bertahap mengembangkan keberadaan kuat di daerah yang belum bisa melihat dia menjadi besar semua-waktu.

Lahir di Madrid pada tahun 1981, Casillas' seluruh karir telah habis dengan klub asal Real Madrid, dimana ia bergabung sebagai delapan tahun. He first hit the limelight at 17 when he was pulled out of a high school art class to be told he would be on the bench for a Champions League match. Dia pertama tekan pusat perhatian pada 17 ketika dia diambil dari sebuah sekolah menengah seni kelas untuk diberitahu dia akan di bangku untuk Liga Champions cocok. His breakthrough came during the 1999-2000 season, when he replaced the injured Bodo Illgner and played in Madrid's UEFA Champions League triumph in an all-Spanish final against Valencia CF where his senior team mates Raúl González, Fernando Morientes and Steve McManaman scored in a 3-0 win. Nya terobosan datang selama musim 1999-2000, ketika ia menggantikan Bodo Illgner terluka dan diputar di Madrid dari Liga Champion UEFA kejayaan di seluruh Spanyol akhir terhadap Valencia CF nya dimana tim senior mates Raúl González, Fernando Morientes dan Steve McManaman scored in a menang 3-0. Loss of form subsequently allowed César Sánchez to take the starting position as goalkeeper, but Casillas reclaimed the limelight after coming on as substitute for the veteran in the 2002 UEFA Champions League Final against Bayer Leverkusen and preserving Madrid's 2-1 lead with a series of fine saves.Casillas came on to replace the injured Cesar with 22 minutes remaining at Hampden Park and produced a series of outstanding saves to ensure Real held on to their lead. Hilangnya formulir kemudian diperbolehkan César Sánchez mulai mengambil posisi sebagai penjaga gawang, tetapi Casillas yg dikeringkan dengan pusat perhatian setelah datang sebagai pengganti untuk veteran di Liga Champion UEFA 2002 Final melawan Bayer Leverkusen dan melestarikan Madrid 2-1 dari timah dengan serangkaian denda saves.Casillas datang untuk menggantikan Cesar terluka dengan 22 menit tersisa di Hampden Park dan menghasilkan serangkaian beredar menyimpan untuk memastikan Real diselenggarakan untuk memimpin mereka. At one point Leverkusen appeared to be queuing up to score but Casillas was at his best, his efforts to deny Yildiray Basturk and Dimitar Berbatov particularly brilliant. Pada satu titik yang akan muncul Leverkusen antrian hingga skor tetapi Casillas adalah di terbaik, usahanya untuk menolak Yildiray Basturk dan Dimitar Berbatov khususnya cemerlang. Again the Real Madrid first choice in the 2002-03 season, an injury-free season saw Casillas play in 15 of his side's Champions League games as well as all 38 Primera División matches as Madrid reclaimed the Spanish championship. Real Madrid kembali pilihan pertama di musim 2002-03, yang bebas cedera musim melihat Casillas bermain dalam 15 dari pihaknya dari Liga Champions permainan serta semua 38 Primera Division cocok sebagai yg dikeringkan Madrid Spanyol kejuaraan. In the 2003-04 season, Casillas was virtually ever-present as Madrid relinquished their crown and lost the Spanish Cup final, missing just one league game. Pada musim 2003-04, Casillas itu hampir-pernah hadir sebagai Madrid melepaskan mahkota mereka hilang dan Spanyol Cup final, tidak hanya satu liga permainan. Despite Casillas' stellar performances every week, Real Madrid suffered two trophyless seasons in the 2003-04 and 2004-05 seasons. Meskipun Casillas' termasyhur kinerja setiap minggu, Real Madrid menderita dua trophyless di musim 2003-04 dan musim 2004-05. Although Casillas was widely considered the team's most consistent performer during this lean patch, there was much gossip and speculation regarding a possible transfer to another club. Casillas walaupun telah banyak dianggap tim yang paling konsisten selama ini bersandar dramawan patch, ada banyak gosip dan spekulasi mengenai kemungkinan transfer ke klub lain. Manchester United was the name that regularly cropped up in newspapers. Manchester United adalah nama yang dipotong secara teratur di koran. It was speculated that Casillas was unhappy with his salary, which was paltry in comparison to the amounts earned by some of the team's bigger stars. It was speculated Casillas yang telah merongseng dengan gaji yang remeh dibandingkan dengan jumlah yang diterima oleh sebagian besar dari tim bintang. However, the saga ended when the player signed a contract extension on the November 30, 2005, tying him to the club till 2011. Namun, saga berakhir ketika pemutar menandatangani perpanjangan kontrak pada 30 November 2005, dia Tying ke klub sampai 2011.

Casillas adalah seorang anggota dari tim Spanyol yang memenangkan UEFA-CAF Meridian Cup and FIFA World Youth Championship pada tahun 1999. Following his full international debut against Sweden, Casillas was an unused substitute at Euro 2000. Setelah itu penuh debut internasional melawan Swedia, Casillas adalah pengganti yang tidak digunakan di Euro 2000.

Dia adalah kiper pilihan pertama di FIFA World Cup 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang yang tahun kemudian, dan menikmati status pahlawan setelah Spanyol knocked out Republik Irlandia dalam hukuman-menembak untuk maju ke perempat-final. Before the 2002 FIFA World Cup, he was almost unknown to most football fans because he was only a substitute player. Sebelum Piala Dunia 2002 FIFA, ia hampir tidak dikenal paling penggemar sepak bola karena dia hanya pemain pengganti. After the FIFA World Cup and his performances against the Republic of Ireland and South Korea, he was finally the leading goal keeper in the national team. Setelah FIFA World Cup dan performance melawan Republik Irlandia dan Korea Selatan, ia akhirnya awalan tujuan penjaga di tim nasional

Casillas diputar di semua delapan Grup 6 Fixtures selama babak kualifikasi Euro 2004, conceding hanya empat gol. He then kept goal in both legs of the play-off victory against Norway, keeping a clean sheet in Oslo. Dia kemudian disimpan dalam tujuan kedua kaki dari kemenangan play-off melawan Norwegia, dengan tetap bersih lembar di Oslo. He then backstopped his country at the Euro 2004 finals. Dia kemudian backstopped negerinya di final Euro 2004.

Casillas adalah negerinya pertama-pilihan kiper selama 2006 FIFA World Cup.

Slide-Ku

ShoutMix


ShoutMix chat widget